
Menjamurnya berbagai macam kegiatan di alam terbuka akhir-akhir ini menimbulkan sebuah budaya baru bagi kaula muda-mudi di Indonesia. Salah satunya ialah mendaki gunung (Mountainering), kegiatan ini merupakan kegiatan yang terbilang cukup ekstrem karena diperlukan kesiapan berupa fisik, mental, serta alat outdoor guna menunjang kelancaran kegiatan tersebut. Disamping ketiga indikator penting tersebut, terdapat juga satu hal lain yang juga harus diingat oleh para pendaki, yakni pengetahuan atau informasi mengenai pendakian tersebut. Karena apabila kurangnya pengetahuan atau informasi mengenai pendakian maka tak ayal akan menyebabkan berbagai permasalahan terjadi, seperti terkena hipotermia dan sebagainya.
Hipotermia merupakan suatu kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga dibawah suhu normal tubuh yaitu 35°C. Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak mampu untuk mengatur keseimbangan suhu tubuh terhadap suhu udara yang dingin. Sedangkan, seperti kita ketahui bahwa tubuh manusia hanya mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yakni antara 36,5°C sampai 37,5°C. Apabila suhu berada diluar zona termonetral, maka tubuh akan merespon untuk mengatur dan menyeimbangkan produksi panas dalam tubuh.
Gejala Hipotermia ini dapat dibagi menjadi dua klasifikasi: pertama, gejala Hipotermia ringan. Gejala ini terjadi ketika suhu tubuh berada pada kisaran 32°C sampai 35°C, adapun gejala yang dirasakan dalam tahap ini adalah dingin dan pucat, gemetar, nafas memburu, kelelahan dan kebingungan, serta meracau. Kedua, gejala Hipotermia berat yang terjadi ketika suhu tubuh sudah berada dibawah 32°C, dan gejala yang ditimbulkannya berupa tidak lagi merasakan dingin dan justru merasa kepanasan, halusinasi, kehilangan kesadaran, dan apabila dibiarkan akan menyebabkan kematian.

Lantas bagaimana tindakan yang harus dilakukan ketika terdapat seseorang yang terkena Hipotermia? Hal pertama dan utama yang bisa dilakukan adalah tetap bersikap tenang dan jangan panik, kemudian usahakan untuk memindahkan korban ke tempat yang lebih hangat, apabila pakaian korban basah, lepaskan dan gantilah dengan pakaian yang kering dan berilah selimut, berikan asupan makanan yang mengandung gula serta minuman hangat yang tidak mengandung Alcohol. Hal tersebut semata-mata dilakukan guna menambah suhu panas pada tubuh si korban.
Adapun beberapa langkah sederhana untuk mencegah agar tidak terkena Hipotermia ketika sedang melakukan pendakian :
1. Jaga tubuh agar tetap kering dan hindari mengenakan pakaian basah,
2. Gunakan mantel/jaket tebal, kaus kaki, syal, dan sarung tangan guna menjaga suhu tubuh agar tetap hangat,
3. Jangan diam, lakukanlah gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh,
4. Konsumsi asupan makanan yang mengandung gula serta minuman hangat, dan hindari minuman beralkohol.
=================================================
Itulah sedikit pembahasan mengenai pemahaman Bahayanya Hipotermia bagi kalangan pendaki, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Sumber:
https://www.alodokter.com/hipotermia
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/hipotermia-yang-kerap-membunuh-pendaki-gunung-cyeC
